PENDAMPINGAN ALIH WAHANA TRADISI LISAN LEGENDA DESA LANGKITIN MELALUI FESTIVAL SENI BERBAHASA DAERAH OLEH SANGGAR D’LARAS SEBAGAI UPAYA KONSERVASI SEJARAH LOKAL

Authors

  • Nuratika Universitas Rokania Author
  • Hasrijal Universitas Rokania Author
  • Elvina Universitas Rokania Author
  • Aulia Wulandari Universitas Rokania Author
  • Rahmah Universitas Rokania Author

Keywords:

tradisi lisan, alih wahana, seni pertunjukan, sejarah lokal, pelestarian budaya

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan dan merevitalisasi tradisi lisan Legenda Desa Langkitin melalui alih wahana menjadi karya seni pertunjukan berbahasa daerah sekaligus memperkuat kapasitas Sanggar D’Laras sebagai kelompok budaya berbasis masyarakat. Program dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2026 di Balai Desa dan area Pasar Desa Langkitin dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Kegiatan meliputi identifikasi dan dokumentasi tradisi lisan, pengembangan cerita, penulisan naskah, pelatihan pemeranan, tari dan musik, pendampingan intensif, latihan, pementasan, dokumentasi, dan evaluasi. Festival utama dilaksanakan pada 29–30 September 2026 dan dihadiri lebih dari 1.000 penduduk dari enam RT. Program menghasilkan pertunjukan berdasarkan Legenda Desa Langkitin yang memadukan teater, tari, musik, dan bahasa daerah; memperkuat pengalaman peserta dalam pengembangan naskah dan produksi pertunjukan; meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pewarisan budaya; serta menghasilkan naskah, foto, dan video sebagai arsip budaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alih wahana tradisi lisan melalui festival seni berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu strategi partisipatif dalam pelestarian sejarah lokal, pewarisan antargenerasi, dan pengembangan kreativitas budaya berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

References

Barthel-Bouchier, D. (2016). Cultural heritage and the challenge of sustainability. Taylor & Francis.

Cai, L., Thienmongkol, R., & Nimmoi, R. (2025). Sustainable digital conservation of local performing arts: A model for preservation, innovation, and audience engagement. Journal of Intercultural Communication, 25(3), 140–154. https://doi.org/10.36923/jicc.v25i3.1174

Finnegan, R. (2012). Oral literature in Africa. Open Book Publishers.

Hafstein, V. T. (2018). Making intangible heritage: El Condor Pasa and other stories from UNESCO. Indiana University Press.

Kong, H. N. F., & Kimwah, J. (2025). Preserving Dusun folklore: Integrating traditional narratives into modern digital media. International Journal of Applied and Creative Arts, 8(2), 70–85. https://doi.org/10.33736/ijaca.8893.2025

Munibi, A. Z., Firdaus, S., & Nuruddin, N. (2025). Transformasi tradisi lisan dan seni pertunjukan dalam industri kreatif: Studi folklor Nusantara dan global di era digital. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 458–481. https://doi.org/10.29300/disastra.v7i2.7705

Syarif, V. D. P. (2025). Pelestarian tradisi lisan Minangkabau melalui tarian kreasi baru: Sebuah kajian intangible cultural heritage. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 9(4), 713–726. https://doi.org/10.14710/anuva.9.4.713-726

Taylor, D. (2003). The archive and the repertoire: Performing cultural memory in the Americas. Duke University Press.

Usmaedi, Lansiwi, M. A., Studyanto, A. B., Gymnastiar, I. A., & Amin, F. (2024). Cultural heritage preservation through community engagement: A new paradigm for social sustainability. Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education, 1(2), 50–59. https://doi.org/10.54783/cv5q0011

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Nuratika, Hasrijal, Elvina, Wulandari, A., & Rahmah. (2026). PENDAMPINGAN ALIH WAHANA TRADISI LISAN LEGENDA DESA LANGKITIN MELALUI FESTIVAL SENI BERBAHASA DAERAH OLEH SANGGAR D’LARAS SEBAGAI UPAYA KONSERVASI SEJARAH LOKAL. TRADISI: Terapan Administrasi Dan Aksi Pemberdayaan Inklusif, 1(1), 75-83. https://tradisi-lppm-stia.org/index.php/tradisi/article/view/11